Hepatitis Tak Bergejala, Lalu Kapan Harus Melakukan Tes Darah?


Jakarta, Hepatitis adalah penyakit radang hati yang tidak menimbulkan gejala, tetapi dampaknya bisa sangat mematikan bila tidak diobati. Agar tidak terlambat mendapat penanganan, lakukan tes darah bila mengalam kondisi seperti ini.

"Yang pertama, lakukan pemeriksaan (tes darah) bila ada dalam keluarga ada yang hepatitis," kata Dr Rino A Gani, SpPD, KGEH, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia dalam jumpa pers di RS Fatmawati, Jl Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2013).

Riwayat hepatitis dalam keluarga merupakan salah satu faktor risiko bagi seseorang untuk tertular penyakit yang sama. Oleh karenanya, dianjurkan untuk periksa agar bila ada infeksi bisa terdeteksi sejak dini dan tidak terlambat mendapat pengobatan.

Selain riwayat penyakit dalam keluarga, faktor lain yang membuat seseorang punya risiko tertular hepatitis adalah sebagai berikut seperti disampaikan Dr Rino.

- Pernah mendapat transfusi darah
- Punya penyakit yang mengharuskan seseorang untuk mendapat transfusi, misalnya thallasemia
- Menjalani transfusi darah berulang
- Ibu hamil

Selain itu, beberapa jenis hepatitis juga menular melalui perilaku-perilaku berisiko. Di antaranya adalah penggunaan alat tato secara bergantian, penggunaan alat piercing atau tindik yang tidak steril serta hubungan seks yang tidak aman.

Untuk mencegah terjadinya infeksi hepatitis, sedikitnya digunakan dua pendekatan yakni promotif dan preventif. Promotif antara lain dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menghindari faktor risiko, sedangkan preventif dilakukan melalui imunisasi.

"Untuk bayi, saat ini imunisasi hepatitis digeatiskan semua," kata Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut.

Hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi virus, dan 99 persen akan sembuh. Hepatitis B dan C lebih mengkhawatirkan karena pengobatannya mahal dan bisa berkembang menjadi kronis, lalu memicu sirosis atau pengerasan hati maupun bahkan kanker hati. Hepatitis B ditularkan dari ibu ke anak melalui plasenta, bisa juga melalui jarum suntik dan hubungan seks yang tidak aman.


(up/vit)